Jan 24

Makna Sebuah Titipan

Flashdisk baruku hilang lagi setelah 2 jam sempat memegangnya dan sudah menyimpan draft tulisanku yang kubuat semalaman tanpa cadangan data. Entah kenapa untuk barang satu ini, aku rekor telah kehilangan empat flashdisk, 2 milikku dan 2 lagi milik temanku-yang belum kuganti, maaf-. Entah karena suasana yang melankolis atau diriku yang terlalu melankolis, aku merasa benar-benar tidak diijinkan memilikinya dan lebih sedih lagi, tulisanku, harus kubuat lagi dari awal mungkin, 5 menit dalam kesedihan mendalam, aku menemukan puisi ini di sebuah situs dan setelah membacanya, aku merasa yang kualami bukanlah apa-apa.

MAKNA SEBUAH TITIPAN

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan
Bahwa mobilku hanya titipan Nya, bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya
Tetapi, mengapa aku tidak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?

Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yg bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh
Nya?

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja yang melukiskan bahwa itu adalah derita

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yg cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta, lebih banyak mobil, lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan.

Seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:
“aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku” dan
menolak keputusan Nya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk
beribadah…
“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”

WS Rendra

 

 

yayaya, Rendra telah menggambarkan, betapa manusia tidak memiliki apapun, bahkan setitik keringatnya adalah bukan milik manusia. aku jadi malu sendiri.

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali olehNya?” makjleb ketika sampai kalimat ini, kesedihanku selama lima menit tadi benar-benar tak beralasan. ya, semua yang kumiliki, bahkan pikiran yang kutuangkan dalam tulisan tadi semua milik Nya. Jika Dia masih mempercayakannya menitipkan kepadaku. pasti aku akan segera mendapatannya kembali.

1
comments

Dec 14

hujan

Terkadang banyak orang yang menyayangkan turunnya hujan pada saat tertentu. Tapi bagiku, hujan, kapanpun tetaplah romantis.

0
comments

Feb 11

Hi,,,Hi,, Hello

Hi, Namaku Asih Mulyani, biasa dipanggil Asih. Lumayan suka membaca dan travelling. Suatu saat nanti aku ingin jadi seorang pengusaha sukses, hidup berkecukupan, dengan keluarga kecil ditemani seorang suami yang bisa diajak travelling kemana-kemana :D. Amin. Good luck For Me and For U. Semoga kita bisa berteman dan saling bermanfaat.

1
comments

Feb 11

Menulis itu….

Menulis itu terkadang bagai air mengalir di sungai pada saat hujan, aliran kata, kalimat yang menyatu dalam paragraf-paragraf akan dengan mudahnya tersusun, 1 lembar, 2 lembar tulisn suuuut,, syuuut,,, jadi artikel atau tulisan dalam waktu sekejap.

Namun, jika tangan ini sedang enggan mengetik, pikiran sedang buntu, menulis sebuah kalimat saja seperti air dalam kubangan yang terus “ngembeng”di tempat, dan sulit mengalir padahal dalam hati banyak hal yang ingin dicurahkan, dibagikan, diceritakan, didiskusikan dengan yang lain.

Aku sangat kagum dan heran dengan penulis terkenal di dunia yang bisa menghasilkan karya fiksi maupun non fiksi yang luar biasa, karya mereka seolah-olah dapat menghipnotis pembaca dan mempengaruhi pembaca, memberi tahu dan memahamkan pembaca dengan apa yang dipikirkannya melalui permainan alur, gaya bahasa, diksi penokohan dan unsur cerita lainnya hanya melalui tulisan.

Ada Conan Doyle dengan tokoh ciptaannya Sherlock Holmes, JK Rowling dengan Harry Potter, Agatha Christie (detektif Poirot),  Khalil Gibran dan banyak tokoh lainnya.

Aku sangat ingin bisa rajin menulis, menulis tulisan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain, tidak perlu menjadi tokoh seterkenal mereka, aku hanya ingin bisa suka menulis, mendokumentasikan, menyusun kata, frasa dan kalimat menjadi paragraf-paragraf yang bermakna. OK, salam.

 

0
comments

Feb 02

Sekapur sirih

Assalamu’alaikum Wr.Wb

di siang yang cerah “sekali” ini saya ingin menyampaikan sesuatu. Dikarenakan blog lama yang sudah lamaaa tidak terurus dan sangat enggan untuk memperbaikinya serta setelah memikirkan segala sisi baik dan buruknya maka dengan ini saya resmi melaunching blog baru saya. Semoga bisa lebih produktif. Amin

0
comments

Feb 02

Hello world!

Selamat datang di blog.ugm.ac.id. Ngebloglah dan curahkan pikiran anda disini. Silahkan menggunakan fasilitas ini dengan penuh tanggung jawab.

Admin blog akan melakukan peringatan apabila ada abusement/pelanggaran dalam penggunaan fasilitas ini.

selamat berkarya 🙂

1
comments